Manfaat dan Fungsi Asuransi

2016-12-29

Manfaat dan Fungsi Asuransi

Manfaat dan fungsi asuransi. Menurut Herman Darmawi dalam bukunya ”manajemen Administrasi” asuransi mempunyai banyak manfaat. Manfaat – manfaat itu antara lain :

1. Asuransi melindungi resiko investasi Kemampuan untuk menanggung resiko merupakan unsur fundamental dalam perekonomian bebas. Bila mana suatu perusahaan berusaha untuk meemperoleh keuntungan dalam bidang usahanya, maka kehadiran resiko dan ketidak pastian tidak dapat dihindarkan.
Manfaat dan Fungsi Asuransi
Asuransi mengambil alih resiko itu. Karena asuransi menghilangkan atau mengurangi resiko, maka para usahawan dimungkinkan dan didorong untuk mengkonsentrasikan energi dan modal dalam usaha – usaha yang kretif 

2. Asuransi sebagai sumber dana investaasi Pembangunan ekonomi memerlukan dukungan investasi dalam jumlah memadai yang pelaksanaannya harus berdasarkan kemampuan sendiri. Usaha perasuransian sebagai salah satu lembaga keuangan non bank yang menghimpun dana masyarakat, semakin penting peranannya sebagai sumber modal untuk investasi diberbagai bidang. 


3. Asuransi menjamin kestabilan perusahaan Perusahaan-perusahaan dewasa ini menyadari arti penting asuransi sebagai salah satu faktor yang menciptakan Good Will (jasa baik) antar kelompok pimpinan dan karyawan perushaan-perusahaan tersebut. Perusahaan-perusahaan tersebut telah menyediakan polis secara kelompok untuk para karyawan tertentu dengan cara perusahaan membayar keseluruhan atau sebagian dari premi yang telah ditetapkan. Polis tersebut ditulis sedemikian rupa untuk menekankan nilai dari karyawankaryawan yang telah mengabdi cukup lama dalam perusahaan. Adanya usaha seperti itu dari pihak perusahaaan dapat menjadi stabilisator jalannya roda perusahaan.

4. Asuransi dapat meratakan keuntungan Dengan menentukan biaya-biaya tidak terduga yang mungkin dialami pada masa yang akan datang melalui program asuransi, pihak perusahaan akan dapat mempertimbangkan atau memperhitungkan biaya tersebut sebagai salah satu elemen dari total biaya atau produk yang dijualnya. Dengan demikian secara singkat dapat dikatakan bahwa asuransi dapat meratakan jumlah keuntungan yang diperoleh dari tahun ketahun.

5. Asuransi dapat menyediakan layanan profesional Dunia asuransi dewasa ini sudah semakin banyak yang bergerak dibidang usaha yang bersifat teknis, lebih-lebih dengan adanya perkembangan pesat dalam bidang teknologi. Jasa para ahli yang telah bekerja dalam perusahaan asuransi akan dinikmati oleh tertanggung tanpa adanya bayaran tambahan selain dari premi yang harus mereka bayar. Tidak seperti halnya bidang profesi lain, seperti pengacara, dokter, dan ahli-ahli lainnya yang harus dibayar oleh tertanggung, tetapi dibayar oleh perusahaan asuransi tempat mereka bekerja. Tenaga-tenaga ahli tersebut adalah karyawan dari perusahaan asuransi. Oleh karena itu, apapun yang mereka lakukan bagi pihak tertanggung merupakan pelayanan dari perusahaan asuransi. 

6. Asuransi mendorong usaha pencegahan kerugian Perusahaan-perusahaan asuransi yang banyak melakukan usaha yang sifatnya mendorong perusahaan tertanggung untuk melindungi diri dari bahaya yang dapat menimbulkan kerugian-kerugian. Perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam berbagai bidang usaha menyadari bahwa keberhasilan yang dicapai sanagt tergantung pada kemampuan mereka untuk memberikan perlindungan dengan biaya yang cukup wajar. Oleh karena itu, mereka sendiri secara sadar dan sistematis bekerja sama untuk menghilangkan atua memperkecil kemungkinan yang dapat menimbulkan kerugian. 

7. Asuransi membantu pemeliharaan kesehatan Usaha lain yang sangat erat hubungannya dengan usaha-usaha yang dilakukan untuk menghindari atau memperkecil penyebab timbulnya kerugian adalah dengan kampanye yang dilakukan oleh perusahaan asuransi jiwa kepada para pemegang polis khususnya dan pada masyarkat luas pada umumnya. Misalnya dalam hal bantuan pada kecelakaan, hygiene, sanitasi gizi dan usaha-usaha lain yang mencegah timbulnya penyakit. Adapun perusahaan-perusahaan asuransi jiwa yang melakukan pengecekan kesehatan secara berkala kepada para pemegang polis dengan harapan untuk dapat mendeteksi penyakit lebih dini serta mengadakan pengobatan bila perlu. (Herman Darmawi, 2001:4 – 11) 

7 Tujuan Asuransi

Ditinjau dari beberapa sudut , maka asuransi mempunyai beberapa tujuan pemecahan yang bermacam-macam antara lain : 
  1. Dari segi ekonomi. Mengurangi ketidak pastian dari hasil usaha yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaaan dalam rangka memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan, dengan cara mengalihkan resiko pada pihak lain dan pihak lain mengkombinasikan sejumlah resiko yang cukup besar sehingga dapat diperkirakan dengan lebih tepat besarnya kemungkinan terjadi kerugian.
  2. Dari segi hukum. Memindahkan resiko yang dihadapi oleh suatu obyek atau suatu kegiatan bisnis kepada pihak lain melalui pembayaran premi oleh tertanggung kepada penanggung dalam kontrak ganti rugi (polis asuransi), maka resiko beralih kepada penanggung.
  3. Dari segi tata niaga. Membagi resiko yang dihadapi kepada semua peserta program asuransi, dengan cara memindahkan resiko dari individu atau perusahaan ke lembaga keuangan yang bergerak dalam pengelolaan resiko (perusahaan asuransi) yang akan membagi resiko kepada semua peserta asuransi yang ditanda tanganinya.
  4. Segi kemasyarakatan. Menanggung resiko secara bersama-sama antar semua peserta program asuransi, dengan cara semua anggota kelompok (kelompok anggota) program asuransi memberikan kontribusi (berupa premi) untuk menyantuni kerugian yang diderita oleh seorang atau beberapa orang anggotanya.
  5. Segi matematis. Meramalkan besarnya kemungkinan terjadinya resiko dan hasil ramalan itu dipakai dasar untuk membagi resiko kepada semua peserta (sekelompok peserta) program asuransi, dengan cara menghitung besarnya kemungkinan (probability theory) yang dilakukan oleh aktuaris maupun underwriter.
  6. Segi transfer resiko. Dengan membayar premi yang relatif kecil seseorang atau perusahaan dapat memindahkan ketidak pastian atas hidup dan harta bendanya keperusahaan asuransi.
  7. Segi kumpulan dana atau keuangan. Premi yang diterima kemudian dihimpun oleh perusahaan asuransi sebagai dana untuk membayar resiko yang terjadi.
Nah itulah artikel mengenai manfaat dan fungsi asuransi bagi kita. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca dalam memilih asuransi yang didukung dengan pengetahuan mengenai manfaat dan fungsi asuransi untuk kehidupan kita. Terima Kasih.